Majas Litotes: Pengertian dan Contohnya

majas litotes


Majas Litotes - Kali ini Doyan Blog akan membahas mengenai pengertian dan contoh majas litotes. Pasti di antara kalian yang sedang mengunjungi artikel ini sedang mencari – cari artikel tentang gaya bahasa litotes dan contohnya, tapi kalian sekarang sedang berada di tempat yang tepat karena gaya bahasa litotes akan dijelaskan dengan lengkap dan rinci di postingan doyan blog kali ini. Akan dijelaskan mulai dari pengertian kemudian contoh gaya bahasa litotes.

Baca juga postingan Majas Hiperbola

Pengertian Majas Litotes

pengertian majas litotes

Majas litotes adalah gaya bahasa yang menyatakan sesuatu tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, akan tetapi bertujuan untuk merendahkan diri padahal yang disampaikan adalah hal yang tinggi. Jadi fungsi dari gaya bahasa litotes ini adalah berfungsi untuk menyatakan sesuatu yang tinggi tapi di rendahkan dengan tujuan merendahkan diri secara halus tetapi tetap menjaga kesopanan.

Majas litotes termasuk ke dalam majas perbandingan, karena memiliki sifat perbandingan yaitu membandingkan dua hal yang berbeda. Walaupun gaya bahasa ini juga bisa di bilang termasuk ke dalam majas pertentangan karena memiliki sifat pertentangan yaitu menyatakan dua hal yang berlawanan atau saling bertentangan artinya.

Gaya bahasa litotes ini sering kita temukan pada karya sastri seperti cerpen dan novel. Tapi untuk mengetahui bahwa sebuah kalimat menggunakan gaya bahasa litotes adalah dengan memahami penggunaannya dari contoh majas litotes.

Selain gaya bahasa litotes terdapat gaya bahasa lainnya, kalian bisa mengetahui gaya bahasa lainnya pada postingan Macam Macam Majas.

Baca juga postingan Majas Ironi


Contoh Majas Litotes

contoh majas litotes

Setelah mengetahui tentang pengertian gaya bahasa litotes, sekarang untuk memahami gaya bahasa litotes adalah dengan mengetahui penggunannya berdasarkan contoh. Oleh karena itu, berikut adalah beberapa contoh majas litotes :

  • Mungkin jika kau memiliki waktu, bisa mampir ke gubuk sederhana keluarga kami (Padahal rumahnya besar dan luas)
  • Aku hanya memberikan sedikit warisan kepada istri dan anak – anakku (Padahal warisan yang diberikan cukup banyak)
  • Baju lusuh dan kotor inilah yang aku sering pakai untuk berpergian (Padahal baju yang dipakai baju mahal dan bagus)
  • Keluarga kami hanya hidup pas – pasan di kota Jakarta ini (Padahal hidupnya berkecukupan)
  • Maaf aku hanya bisa memberikan ini sebagai tanda terima kasih (Padahal yang diberikan adalah barang mahal)
  • Silahkan duduk di sofa rumah kami yang sudah tidak empuk lagi (Padahal sofa di rumahnya adalah sofa baru dan sangat empuk)
  • Aku sama sekali tidak memiliki kelebihan dalam diriku ini (Padahal dia memiliki banyak kelebihan seperti pintar dan kreatif)
  • Silahkan mampir ke rumah kami yang hanya beralasakan tikar ini (Padahal rumahnya di isi oleh barang barang mewah dan mahal)
  • Apakah piala juara satu dan uang hadiah ini pantas diberikan kepadaku (Padahal dia memang pantas mendapatkan piala dan uang hadiah karena seorang juara)
  • Aku hanya memakai kantong plastik untuk pergi ke sekolah (Padahal dia memakai tas mahal untuk pergi ke sekolah)
  • Rumah yang aku tinggali ini adalah hasil dari usaha kecil yang kami sekeluarga jalankan (Padahal usaha yang dijalani itu cukup besar dan menguntungkan)
  • Pekerjaanku sebagai guru PNS hanya cukup untuk makan sekeluarga (Padahal gaji guru PNS itu cukup besar dan cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya)
  • Terimalah sedikit oleh – oleh dari kampung halamanku ini (Padahal oleh – oleh yang diberikan cukup banyak)
  • Aku mendapat nilai UN 100 ini hanya keberuntungan saja (Padahal dia memang anak yang sangat pintar dan rajin)
  • Mungkin sedikit bantuan dariku ini bisa membantu kamu melunasi hutangmu (Padahal bantuan yang diberikan cukup untuk melunasi seluruh hutangnya)
  • Walaupun aku bodoh, aku bisa sedikit membantumu belajar untuk ulangan besok (Padahal dia itu pintar dan bisa banyak membantu temannya untuk belajar)
  • Aku hanya bisa menghidangkan hidangan alakadarnya ini, silahkan dinikmati (Padahal hidangannya banyak macam dan enak sekali)
  • Aku hanyalah orang biasa, tidak pantas mendapatkan penghargaan seperti ini (Padahal dia memang pantas mendapatkan penghargaan tersebut)
  • Silahkan di minum air putih ini, maaf hanya bisa memberikan air putih (Padahal yang diberikan adalah jus buah/sirup, bukan air putih)
  • Suara jelek sepertiku ini tidak pantas untuk masuk grup paduan suara sekolah kita (Padahal suaranya sangat bagus)
  • Kami sekeluarga hanya bisa berbuka puasa dengan teh manis dan gorengan saja (Padahal mereka sekeluarga berbuka puasa dengan bermacam macam menu)
  • Aku ini hanya seorang yang memiliki pendidikan rendah (Padahal dia memiliki pendidikan tinggi yaitu S2)
  • Jangankan untuk membeli sepatu itu, untuk makan saja aku kesusahan (Padahal dia mampu untuk membeli sepatu itu dan tidak kesusahan untuk makan)

Baca juga postingan Majas Asosiasi

Demikianlah bahasan kali ini mengenai majas litotes dan contoh majas litotes. Semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca. Jika terdapat kesalahan penulisan dan ada yang ingin ditanyakan, bisa ditanyakan langsung di kolom komentar.


Belum ada Komentar untuk "Majas Litotes: Pengertian dan Contohnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel