Majas Epifora: Pengertian dan Contohnya

majas epifora


Majas Epifora – Pada postingan Doyan Blog kali ini Doyan Blog akan menjelaskan tentang pengertian dan contoh majas epifora. Jika kalian sedang mencari – cari artikel mengenai gaya bahasa epifora, kalian sedang berada di tempat yang tepat karena Doyan Blog akan menjelaskan tentang gaya bahasa epifora dengan lengkap mulai dari pengertian hingga contohnya. Berikut adalah penjelasan lebih lengkap mengenai gaya bahasa epifora.

Baca juga postingan Majas Asosiasi

Pengertian Majas Epifora

pengertian majas epifora

Majas Epifora adalah majas yang menggunakan kata – kata yang diulang di setiap baris di akhir kalimat. Gaya bahasa epifora berfungsi untuk mengulang – ulang kata di akhir kalimat di setiap baris sebagai sebuah penegasan pada kalimat.

Gaya bahasa epifora memiliki kemiripan dengan majas anafora, karena sesama mengulang – ulang kata sebagai sebuah penegasan. Akan tetapi yang membedakan antara gaya bahasa epifora dan gaya bahasa anafora adalah tempat/posisi pengulangan katanya. Gaya bahasa epifora pengulangannya di akhir kalimat, sedangkan gaya bahasa anafora pengulangannya di awal kalimat.

Gaya bahasa epifora termasuk ke dalam majas penegasan, karena memiliki sifat penegasan. Sifat penegasan pada gaya bahasa epifora adalah mengulang – ulang kata di setiap baris pada akhir kalimat. Selain itu gaya bahasa epifora juga termasuk k e dalam majas paralelisme atau majas repetisi. Terdapat berbagai jenis majas lainnya yang sudah dijelaskan pada postingan Macam Macam Majas.

Gaya bahasa epifora biasa kita temukan pada sebuah karya sastra seperti lagu, puisi, cerpen dan lain – lain. Selain itu gaya bahasa epifora juga bisa kita temukan pada percakapan kita sehari – hari. Tetapi untuk mengetahui sebuah kalimat menggunakan gaya bahasa epifora atau tidak adalah dengan memahami contoh penggunaannya berdasarkan contohnya. Untuk lebih lengkapnya mengenai contoh gaya bahasa epifora adalah sebagai berikut.

Baca juga postingan Majas Metafora



Contoh Majas Epifora

contoh majas epifora

Jika sebelumnya telah membahas mengenai pengertian gaya bahasa epifora, kali ini Doyan Blog akan menjelaskan tentang contoh majas epifora. Untuk mengetahui sebuah kalimat menggunakan gaya bahasa epifora atau bukan adalah dengan memahami contoh penggunaannya berdasarkan contohnya. Berikut adalah beberapa contoh majas epifora :
  • Aku sungguh merindukan kamu, aku sungguh menyayangi kamu, aku sungguh mencintai kamu.
  • Aku sangat menyukai buku, di sekolah aku selalu membaca buku, di rumah juga aku selalu membaca buku, bahkan sebelum tidurpun aku selalu membaca buku.
  • Saat memulai sesuatu selalu awali dengan berdoa, sedang melakukan kegiatan pun selingi dengan berdoa, selesai melakukan kegiatan juga akhiri dengan berdoa.
  • Jika diberikan kelebihan rezeki maka bersyukurlah, jika sedang kekurangan rezeki maka bersyukurlah.
  • Dalam hidup ini kita harus melihat ke depan, oleh karena itu kita harus melangkah maju ke depan, dan pada akhirnya kita akan tahu hasilnya di masa depan.
  • Aku sangat suka minum kopi, sebelum berangkat kerja aku meminum kopi, saat di kantor pun aku meminum kopi, bahkan sebelum tidur pun aku meminum kopi.
  • Isi pikiranku selalu tentang dia, pandanganku selalu tertuju kepada dia, hatiku ini juga selalu berdetak cepat jika sedang berada di dekat dia.
  • Kamu bahagia aku bahagia juga, kamu sedih aku sedih juga, kamu patah hati aku patah hati juga

Baca juga postingan Majas Litotes

Demikianlah bahasan kali ini mengenai pengertian dan contoh majas epifora. Semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca. Jika terdapat kesalahaan penulisan dan ada yang ingin ditanyakan bisa langsung ditanyakan di kolom komentar.


Belum ada Komentar untuk "Majas Epifora: Pengertian dan Contohnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel