siklus hidup fasciola hepatica

Siklus Hidup dan Daur Hidup Fasciola Hepatica (Cacing Hati)

Diposting pada

Daur Hidup Fasciola Hepatica – Tahukah kamu tentang cacing hati yang biasa hidup pada hewan ternak seperti sapi dan kambing ? Fasciola Hepatica adalah cacing hati yang dimaksud. Daur hidup cacing hati perlu kita ketahui agar kita atau hewan yang kita miliki terhindar dari hewan parasit tersebut. Siklus hidup fasciola hepatica atau cacing mati akan dijelaskan yaitu sebagai berikut.

Baca juga Daur Hidup Anjing

 

Siklus Hidup Fasciola Hepatica

daur hidup cacing hati
gambar fasciola hepatica

Fasciola hepatica atau cacing hati merupakan cacing yang termasuk ke dalam filum “Platyhelminthes dan kelas “Trematoda”. Selain itu, cacing ini juga tergabung dalam ordo “Plagiorchiida” dan famili “Fasciolidae”.

Cacing ini memiliki panjang tubuh berukuran 2,5 cm sampai 3 cm dan lebar tubuh 1 cm sampai 1,5 cm. Bentuk tubuh fasciola hepatica memiliki keunikan. Seperti pada bagian tubuh depan cacing ini terdapat mulut berbentuk runcing yang dikelilingi alat penghisap dan juga terdapat alat kelamin.

Seluruh bagian tubuh dari hewan parasit dilapisi oleh sisik kecil dari kutikula yang berfungsi sebagai alat pelindung. Sisik kecil dari kutikula tersebut juga berguna sebagai alat bantu untuk bergerak.

Fasciola hepatica atau cacing hati hidup pada hati seluruh hewan mamalia seperti kambing, sapi dan lain-lain. Cara hidup cacang hati adalah dengan  mengambil nutrisi dari hati hewan yang mereka tumpangi, tanpa memberikan timbal balik yang menguntungkan.

Daur hidup cacing fasciola hepatica perlu kita ketahui agar kita atau hewan yang kita pelihara terhindar dari cacing hati. Skema daur hidup fasciola hepatica melalui 5 tahapan yaitu Telur – Larva – Serkaria – Metaserkaria – Cacing Dewasa. Siklus hidup cacing fasciola hepatica akan dijelaskan lebih lengkap pada bagian Daur Hidup Cacing Hati.

Baca juga Daur Hidup Kambing

 

Daur Hidup Cacing Hati

daur hidup fasciola hepatica
gambar daur hidup fasciola hepatica

Siklus hidup fasciola hepatica sudah digambarkan secara sederhana oleh gambar diatas. Daur hidup fasciola hepatica secara berurutan adalah Telur – Larva – Serkaria – Metaserkaria – Cacing Dewasa. Siklus hidup cacing hati akan dijelaskan lebih lengkap yaitu sebagai berikut.

1. Telur Cacing Hati

Daur hidup cacing hati yang pertama adalah telur. Telur dihasilkan dari cacing hati yang membuahi dirinya sendiri. Fasciola hepatica bisa membuahi dirinya sendiri karena termasuk ke dalam organisme hermaprodit.

Hermaprodit adalah organisme yang memiliki 2 jenis alat kelamin yaitu jantan dan betina. Oleh karena itu cacing hati bisa membuahi dirinya sendiri tanpa memerlukan lawan jenis untuk saling membuahi.

Cacing hati dalam sekali bertelur bisa menghasilkan telur hingga lebih dari 100.000 telur. Cacing hati yang hidup di dalam hati hewan mamalia, akan menyalurkan telur-telurnya ke dalam empedu. Tujuan cacing hati menyalurkan telurnya ke empedu adalah agar telurnya tersebut bisa menuju ke usus dan anus kemudian bercampur dengan kotoran hewan tersebut.

 

2. Larva Cacing Hati (Mirasidium)

Siklus hidup fasciola hepatica yang kedua adalah larva. Telur cacing hati yang sudah bercampur dengan kotoran hewan mamalia, akan dikeluarkan oleh hewan mamalia saat buang air besar. Kotoran hewan yang sudah bercampur dengan telur cacing hati, akan terbawa oleh siklus hujan hingga menuju sungai atau tempat yang berair.

Telur membutuhkan tempat yang basah atau lembab untuk berubah menjadi larva. Larva cacing hati biasa disebut Mirasidium. Setelah telur berubah menjadi larva, kemudian larva akan mencari inang untuk hidup seperti hewan sejenis siput atau keong.

Larva akan masuk ke dalam tubuh siput dan akan berubah sebanyak tiga kali yaitu Sporikista – Redia – Serkaria. Pada fase mirasidium ini membutuhkan waktu 10 sampai 12 hari hingga larva berubah menjadi serkaria.

 

3. Serkaria

Daur hidup cacing fasciola hepatica yang ketiga adalah serkaria. Serkaria adalah bentuk maksimal dari larva atau mirasidium. Larva yang telah berubah menjadi serkaria, akan keluar dari tubuh siput kemudian bergerak menuju rerumputan atau dedaunan yang lembab dan basah.

Di rerumputan yang basah dan lembab tersebut, serkaria akan berubah menjadi kista atau yang biasa disebut metaserkaria. Waktu yang dibutuhkan untuk serkaria berubah menjadi metaserkaria adalah 5 sampai 7 minggu.

 

4. Metaserkaria

Urutan daur hidup fasciola hepatica yang keempat adalah metaserkaria. Serkaria yang sudah bertransformasi menjadi metaserkaria atau kista, akan menempel pada rerumputan atau dedaunan. Kemudian hewan herbivora atau hewan mamalia yang memakan rerumputan tersebut, akan terinfeksi oleh cacing hati.

Selain itu, manusia juga bisa terinfeksi oleh cacing hati yang menempel pada sayur-sayuran. Namun hal tersebut bisa dihindari dengan mencuci bersih sayuran sebelum diolah atau dimasak. Dengan mencuci bersih sayuran tersebut, kista atau metaserkaria yang menempel pada sayuran tersebut akan hilang dan mati.

 

5. Cacing Hati Dewasa

Siklus hidup fasticola hepatica yang terakhir adalah cacing hati dewasa. Rerumputan yang telah bercampur dengan metaserkaria kemudian dimakan oleh hewan akan masuk ke dalam pencernaan hewan tersebut. Metaserkaria yang telah masuk ke dalam pencernaan hewan, akan keluar dari kista kemudian berubah menjadi cacing hati dewasa.

Cacing hati dewasa akan bergerak melewati usus dan rongga perut, menuju ke hati. Hati menjadi tempat favorit cacing hati untuk hidup dan berkembang biak. Fasciola hepatica akan mencuri nutrisi dari hati hewan yang mereka jadikan inang dan juga akan berkembang biak menghasilkan cacing hati yang baru.

Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa, daur hidup fasciola hepatica secara berurutan adalah Telur – Larva (Mirasidium) – Serkaria – Metaserkaria – Cacing Dewasa. Semoga dengan penjelasan diatas dapat menjawab pertanyaan, jelaskan daur hidup cacing fasciola hepatica dengan tepat dan benar.

 

Demikian penjelasan mengenai siklus hidup cacing hati. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi para pembaca. Jika terdapat kekurangan atau kesalahan dalam penulisan dan ingin memberikan kritik atau saran, bisa ditulis di kolom komentar.