metamorfosis katak

Metamorfosis dan Daur Hidup Katak

Diposting pada

Daur Hidup Katak – Kodok atau katak adalah hewan yang identik dengan hewan yang mampu hidup di dua alam. Selain itu katak juga dikenal sebagai hewan pemakan serangga dan memiliki cara yang unik ketika sedang memburu mangsanya. Selain daya tariknya tersebut, katak juga ternyata memiliki metamorfosis yang unik. Karena keunikannya tersebut, banyak peneliti tertarik untuk meneliti mengenai siklus hidup katak. Adapun penjelasan lebih lengkapnya mengenai metamorfosis katak, yaitu sebagai berikut.

Pengertian Katak

siklus hidup katak
gambar katak

Katak adalah hewan pemakan serangga yang mampu hidup di dua alam atau biasa disebut amfibi. Katak memiliki ciri – ciri yaitu memiliki tubuh yang berlendir dan licin, memiliki tubuh yang berwarna hijau atau merah kecoklat – coklatan, memiliki selaput di sela – sela kakinya, serta pandai berenang dan biasa berjalan dengan cara melompat – lompat.

Katak termasuk ke dalam kerajaan animalia, filum chordata dan juga subfilum vertebrata. Selain itu, katak juga termasuk ke dalam kelas amphibia serta ordo anura. Katak juga termasuk hewan yang memiliki metamorfosis sempurna atau daur hidup katak sempurna, sama seperti daur hidup nyamuk dan daur hidup lalat.

Karena disebut memiliki metamorfosis yang sempurna, katak memiliki 4 fase atau tahapan pada daur hidupnya. Urutan perkembangan metamorfosis katak adalah Telur – Berudu – Katak Muda – kemudian menjadi Katak Dewasa. Metamorfosis katak membutuhkan waktu sekitar 16 – 20 minggu hingga benar – benar menjadi katak dewasa. Untuk penjelasan lebih lengkapnya mengenai daur hidup katak, yaitu sebagai berikut.

Daur Hidup Katak

daur hidup katak
gambar daur hidup katak

Metamorfosis katak memiliki 4 tahapan yaitu telur katak, berudu (kecebong), katak muda dan katak dewasa. Akan tetapi pada 4 tahapan tersebut memiliki proses yang cukup panjang dan tidak mudah. Berikut penjelasan lebih lengkapnya mengenai daur hidup katak.

1. Telur Katak

Katak adalah hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur. Siklus hidup katak yang pertama adalah telur. Dalam sekali bertelur, katak mampu menghasilkan telur yang cukup  banyak. Namun diantara semua telur tersebut, tidak semua mampu menetas menjadi berudu (kecebong). Banyak faktor yang menentukan apakah telur katak tersebut bisa menetas menjadi berudu atau tidak.

Salah satu faktor telur mampu menetas menjadi berudu atau tidak adalah faktor genetik dari telur tersebut, apakah telur – telur tersebut termasuk telur yang bagus atau bukan. Selain itu, faktor lain yang menentukan apakah telur katak mampu menetas menjadi berudu atau tidak adalah lokasi telur.

Jika katak mampu menaruh telurnya di tempat yang aman dari para predator, maka bisa dipastikan kesempatan telur tersebut untuk menetas menjadi berudu (kecebong) akan semakin besar. Biasanya telur katak membutuhkan waktu sekitar 21 hari untuk menetas menjadi sebuah berudu.

 

2. Berudu (Kecebong)

Daur hidup katak yang kedua adalah fase berudu. Setelah melalui fase telur, kemudian katak akan berada di fase berudu. Pada fase ini, berudu akan berjuang sendiri mencari makanannya. Berudu atau yang bisa kita kenal dengan sebutan kecebong, akan melalui 3 tahapan yaitu :

  • Berudu Tanpa Kaki
  • Berudu 2 Kaki
  • Berudu 4 Kaki

Setelah menetas, berudu masih belum memiliki tubuh yang sempurna dan belum memiliki kaki. Dan juga pada fase 1 – 7 hari setelah menetas, berudu masih bertahan hidup dengan memakan kuning telur yang berasal dari tempat ia menetas dan juga bernafas menggunakan insang. Kemudian sekitar 7 – 10 hari setelah menetas, berudu mulai memiliki 2 kaki dan bisa mencari makanannya sendiri seperti alga air.

Pada usia berudu 4 – 6 minggu, insang mulai tertutup oleh kulit dan berudu mulai bernafas menggunakan paru – paru. Pada usia tersebut pun katak mulai memiliki 4 kaki, 2 kaki di depan dan 2 kaki lagi di belakang. Dan juga pada fase ini, berudu mulai memangsa serangga yang mati di dalam air dan juga memakan tumbuh – tumbuhan.

 

3. Katak Muda

Setelah melalui fase berudu, katak mulai memasuki fase katak muda. Pada fase ini, ekor pada katak muda mulai tidak terlihat dan tidak sepanjang seperti saat masih menjadi berudu. Dan juga pada fase ini, katak muda mulai bernafas secara permanen menggunakan paru – paru.

Dan pada fase ini juga, katak muda mulai bisa hidup di darat yang berarti katak muda sudah mulai bisa hidup di dua alam. Katak muda sudah bisa berburu serangga hidup dan bisa melindungi dari para pemangsa atau predator.

 

4. Katak Dewasa

Daur hidup katak yang terakhir adalah katak dewasa. Pada fase katak dewasa ini, usia katak mulai memasuki 12 sampai 16 minggu. Katak dewasa sudah memiliki tubuh sempurna dan hidup sebagai predator bagi para serangga. Katak dewasa akan menghabiskan sisa waktunya di darat, dan mulai masuk ke dalam air pada masa kawin hingga bertelur.

Ketika bertelur, katak dewasa akan melindungi telurnya dari para predator seperti ular, ikan dan biawak. Selain itu, katak dewasa juga akan menjadi sasaran utama dari para predator seperti ular, biawak, dan elang.

 

Demikianlah bahasan kali ini mengenai metamorfosis dan siklus hidup katak. Semoga artikel kali ini bisa bermanfaat bagi para pembaca. Jika terdapat kekurangan dan ada yang ingin ditanyakan, bisa langsung ditanyakan di kolom komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *