Home Bahasa Indonesia Majas Pleonasme: Pengertian dan Contoh

Majas Pleonasme: Pengertian dan Contoh

contoh majas pleonasme

Majas Pleonasme – Pada postingan Doyan Blog kali ini akan menjelaskan tentang pengertian dan contoh majas pleonasme. Bagi kalian yang sedang mencari – cari artikel mengenai gaya bahasa pleonasme, sekarang kalian sedang berada di tempat yang tepat karena Doyan Blog kali ini akan menjelaskan tentang gaya bahasa pleonasme lengkap mulai dari pengertian hingga contohnya. Berikut adalah penjelasan lebih lengkapnya mengenai gaya bahasa pleonasme.

Baca juga postingan Majas Alegori

Pengertian Majas Pleonasme

pengertian majas pleonasme

Majas pleonasme adalah majas yang menggunakan pernyataan tambahan yang berisi informasi keterangan yang sebenarnya tidak dibutuhkan atau menambahkan informasi yang sudah jelas tanpa perlu adanya keterangan tambahan.. Gaya bahasa pleonasme berfungsi untuk memperjelas sebuah pernyataan sebagai penegasan.

Pleonasme berasal dari bahasa yunani yaitu “Pleonasmus” yang memiliki arti “kata yang berlebihan”. Jadi bisa disimpulkan bahwa gaya bahasa pleonasme adalah majas yang menggunakan kata yang berlebihan pada sebuah pernyataan sebagai sebuah penegasan.

Majas pleonasme termasuk ke dalam majas penegasan karena memiliki sifat penegasan. Sifat penegasan pada gaya bahasa pleonasme adalah dengan menggunakan kata yang berlebihan atau pernyataan tambahan yang sebenarnya tidak diperlukan tetapi digunakan sebagai penegasan. Terdapat gaya bahasa lainnya yang termasuk ke dalam majas penegasan yaitu pada postingan Macam Macam Majas.

Gaya bahasa pleonasme sering kita temukan pada percakapan sehari – hari dan juga pada sebuah karya sastra seperti cerpen, novel, puisi dan lain – lain. Tetapi untuk mengetahui sebuah kalimat menggunakan gaya bahasa pleonasme atau bukan adalah dengan mengetahui cara penggunaannya berdasarkan contohnya. Untuk lebih lengkapnya mengenai contoh gaya bahasa pleonasme adalah sebagai berikut.

Baca juga postingan Majas Litotes

Contoh Majas Pleonasme

contoh majas pleonasme

Jika sebelumnya telah membahas mengenai pengertian gaya bahasa pleonasme, sekarang akan membahas tentang contoh majas pleonasme. Untuk mengetahui sebuah kalimat menggunakan gaya bahasa pleonasme atau bukan adalah dengan mengetahui cara penggunannya berdasarkan contohnya. Berikut adalah beberapa contoh majas pleonasme :

  • Ibu tadi pagi pergi ke pasar untuk membeli kerudung wanita ( Seharusnya kata “kerudung”, tidak perlu menggunakan tambahan “wanita”)
  • Kakak merebus air panas yang  akan digunakan untuk mandi ( Seharusnya jika ada kata “merebus”, tidak perlu menggunakan tambahan “panas” pada kata “air panas” )
  • Para siswa dan siswa diharapkan segera masuk ke dalam kelas masing – masing karena jam istirahat telah selesai ( Seharusnya jika menggunakan kata “Para” tidak perlu menggunakan kata “Siswi” )
  • Karena sudah mulai mengantuk, akhirnya ayah memutuskan menepikan mobil ke pinggir ( Seharusnya jika ada kata “menepi”, tidak perlu tambahan kata “ke pinggir” )
  • Menjelang hari raya lebaran, di pasar sangat banyak sekali orang yang berbelanja untuk kebutuhan hari raya ( Seharusnya jika ada kata “sangat”, tidak perlu ada tambahan kata “sekali” )
  • Dimohon bagi yang namanya saya panggil, segera maju ke depan ( Seharusnya kata “maju”, tidak perlu ada tambahan kata “ke depan”
  • Ketika melihat mangga yang sudah mulai panen, Wawan segera naik ke atas pohon untuk memetik mangga tersebut ( Seharusnya kata “naik”, tidak perlu ada tambahan kata “ke atas” )
  • Sejak dari kecil, Cristiano Ronaldo sudah memiliki bakat bermain sepak bola ( Seharusnya kata “Sejak”, tidak perlu ada tambahan kata “dari” )
  • Hutan ini jika malam hari terlihat sangat gelap gulita ( Seharusnya kata “gelap”, tidak perlu ada tambahan kata “gulita” )
  • Demi untuk keluarganya, ia rela banting tulang dari pagi hingga malam ( Seharusnya kata “demi”, tidak perlu ada tambahan kata “untuk” )
  • Film John Wick 2 akan segera ditayangkan di layar kaca televisi ( Seharusnya jika ada kata “layar kaca”, tidak perlu ada tambahan kata “televisi” )
  • Seluruh para peserta yang hadir diminta untuk tenang demi kelancaran rapat yang akan berlangsung ( Seharusnya kata “seluruh”, tidak perlu ada tambahan kata “peserta” )
  • Karena memiliki tubuh yang tinggi, Novri diminta untuk mundur ke belakang barisan ( Seharusnya kata “mundur”, tidak perlu ada kata tambahan “ke belakang” )

Demikianlah bahasan kali ini mengenai pengertian dan contoh majas pleonasme. Semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca. Jika terdapat kesalahan penulisan dan ada yang ingin ditanyakan, bisa langsung ditanyakan di kolom komentar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here