majas sinekdoke

Contoh Majas Sinikedoke Pars Pro Toto & Totem Pro Parte

Diposting pada

Majas Sinekdoke – Postingan ini akan menjelaskan mengenai gaya bahasa pars pro toto dan totem pro parte. Majas sinekdoke adalah majas yang termasuk ke dalam majas majas perbandingan.

Contoh majas sinekdoke pars pro toto dan sinekdoke totem pro parte akan dijelaskan lebih lengkap yaitu sebagai berikut.

Baca juga Majas Metonimia

 

Majas Sinekdoke Adalah

pengertian majas sinekdoke
majas sinekdoke adalah

Apa itu majas sinekdoke ? Pengertian majas sinekdoke adalah majas yang menyatakan sesuatu hal secara sebagian untuk menyatakan keseluruhan dan juga sebaliknya.

Gaya bahasa sinekdoke digunakan untuk menyatakan suatu hal sebagian untuk menyatakan keseluruhan, dan untuk menyatakan suatu hal secara keseluruhan untuk menyatakan sebagian.

Majas sinekdoke termasuk ke dalam gaya bahasa perbandingan karena memiliki sifat perbandingan, sama seperti majas metafora dan majas asosiasi.

Sifat perbandingan pada gaya bahasa sinekdoke ini adalah menyatakan sesuatu hal untuk menyatakan suatu hal yang sebaliknya.

Contoh majas sinekdoke sering kita temukan pada percakapan sehari – hari atau pada sebuah karya sastra seperti cerpen, novel, artikel dan lain – lain.

Terdapat majas – majas lainnya yang sudah dijelaskan pada postingan Macam Macam Majas.

Baca juga Majas Eufimisme

 

 

Contoh Majas Sinekdoke 

contoh majas sinekdoke
contoh majas sinekdoke

Majas sinekdoke terbagi menjadi 2 macam yaitu majas sinekdoke pars pro toto dan majas sinekdoke pars pro parte. Akan dijelaskan mengenai 2 macam majas sinekdoke tersebut mulai dari pengertian dan contoh.

• Majas Pars Pro Toto

majas sinekdoke pars pro toto
contoh majas pars pro toto

Majas sinekdoke pars pro toto adalah majas yang menyatakan suatu hal secara sebagian untuk menyatakan keseluruhan. Sinekdoke pars pro toto adalah kebalikan dari sinekdoke totem pro parte.

Contoh majas sinekdoke pars pro toto akan diberikan yaitu sebagai berikut :

  • “Sepuluh kepala berkumpul di ruangan itu” (mengacu pada sepuluh orang yang hadir)
  • “Mendengarkan Mozart bisa memberikan sayap pada imajinasi” (mengacu pada pengaruh musik Mozart yang memikat imajinasi)
  • “Setiap matahari terbit membawa harapan baru” (mengacu pada awal yang baru setiap hari)
  • “Tangis bayi adalah melodi surga” (mengacu pada suara yang indah dan menggembirakan)
  • “Rumah-rumah di jalan itu adalah harta karun” (mengacu pada kekayaan dan keindahan rumah-rumah)
  • “Bibirnya adalah racun yang memabukkan” (mengacu pada kecantikan dan daya tariknya)
  • “Dia adalah mata-mata dalam seragam prajurit” (mengacu pada seseorang yang mengintai dan mengumpulkan informasi dalam seragam prajurit)
  • “Buku ini adalah pintu menuju dunia yang luas” (mengacu pada buku sebagai jendela pengetahuan)
  • “Mereka adalah pilar-pilar dalam perjuangan kita” (mengacu pada kekuatan dan dukungan yang penting)
  • “Bibirnya adalah puing-puing kebahagiaan yang hancur” (mengacu pada ekspresi yang menunjukkan kesedihan dan kehilangan)
  • “Taman ini adalah surga bagi para penikmat bunga” (mengacu pada tempat yang indah dan menenangkan bagi pecinta bunga)
  • “Ia adalah matahari dalam hidupku” (mengacu pada seseorang yang memberikan kebahagiaan dan terang dalam hidup)
  • “Bulu matanya adalah senjata pamungkas” (mengacu pada daya tarik yang memikat)
  • “Dia adalah cermin yang memantulkan kebaikan” (mengacu pada sifat baik yang tercermin pada seseorang)
  • “Senyumnya adalah obat penawar yang ampuh” (mengacu pada efek menyenangkan dan penyembuhan senyum seseorang)
  • “Mereka adalah harapan terakhir kita” (mengacu pada orang-orang yang menjadi harapan terakhir dalam situasi sulit)
  • “Tumpukan buku itu adalah harta karun pengetahuan” (mengacu pada nilai dan kekayaan ilmu dalam buku)
  • “Pelangi adalah jembatan warna antara langit dan bumi” (mengacu pada keindahan dan perpaduan warna pelangi)
  • “Dalam kata-katanya terkandung api semangat yang berkobar” (mengacu pada semangat dan inspirasi dalam kata-katanya)
  • “Senyumnya adalah cahaya yang menerangi ruangan” (mengacu pada keceriaan dan kehangatan yang dibawa oleh senyumannya)
  • “Kisah hidupnya adalah novel yang tak pernah selesai” (mengacu pada kehidupan yang penuh dengan peristiwa menarik dan kompleks)
  • “Dunia ini adalah panggung bagi para aktor” (mengacu pada kehidupan sebagai panggung untuk berperan dan beraksi)
  • “Pandangannya adalah tombak yang tajam dan tepat” (mengacu pada ketajaman dan ketepatan pandangannya)
  • “Dia adalah mata air yang menyegarkan jiwa” (mengacu pada seseorang yang memberikan kehidupan dan kegembiraan bagi orang lain)
  • “Hujan adalah air yang memberikan kehidupan pada tanah kering” (mengacu pada pentingnya hujan dalam menghidupkan dan menyuburkan tanah)
  • “Bukit-bukit hijau adalah permadani alam yang menghiasi lanskap” (mengacu pada keindahan dan kehijauan bukit)
  • “Tangannya adalah sentuhan penyembuh yang ajaib” (mengacu pada kelembutan dan kekuatan penyembuhan dalam sentuhan tangan)
  • “Mereka adalah kekuatan besar di balik layar” (mengacu pada orang-orang yang berperan penting tetapi tidak terlihat dalam suatu peristiwa)
  • “Pisau itu adalah sahabat setia dalam dapur” (mengacu pada pentingnya pisau sebagai alat yang selalu dibutuhkan dalam memasak)
  • “Pantai ini adalah surga bagi para peselancar” (mengacu pada tempat yang ideal dan menarik bagi para peselancar)
  • “Malam itu adalah mantel gelap yang menutupi kota” (mengacu pada kegelapan dan kesunyian malam)
  • “Laut adalah pemandangan yang menghipnotis jiwa” (mengacu pada keindahan dan keagungan laut)
  • “Bunga-bunga itu adalah tawa-tawa alam yang menghias taman” (mengacu pada keindahan dan keceriaan bunga-bunga)
  • “Dia adalah matahari terbenam dalam hidupku” (mengacu pada seseorang yang memberikan keindahan dan kesenangan dalam hidup)
  • “Pegunungan itu adalah benteng alam yang menjaga kehidupan” (mengacu pada kekokohan dan pentingnya pegunungan dalam ekosistem)
  • “Air itu adalah sumber kehidupan yang tak ternilai” (mengacu pada pentingnya air sebagai elemen vital bagi kehidupan)
  • “Wajahnya adalah lukisan indah yang diciptakan Tuhan” (mengacu pada keindahan dan keunikan wajah seseorang)
  • “Pena itu adalah senjata yang lebih kuat daripada pedang” (mengacu pada kekuatan kata-kata dalam menulis)
  • “Keheningan malam adalah teman sejati dalam introspeksi” (mengacu pada ketenangan malam yang membantu refleksi diri)
  • “Bulu-bulu burung itu adalah sapu bersih alam” (mengacu pada peran burung dalam menjaga kebersihan alam dengan memakan serangga)
  • “Perjuangan mereka adalah bara yang membakar semangat kita” (mengacu pada perjuangan orang lain sebagai sumber inspirasi)
  • “Gunung itu adalah singgasana alam yang menjulang tinggi” (mengacu pada keagungan dan keindahan gunung)
  • “Jantungnya adalah mesin yang berdenyut tak henti” (mengacu pada kekuatan dan ketahanan jantung dalam memompa darah)
  • “Rumput-rumput itu adalah karpet hijau yang melapisi tanah” (mengacu pada kehijauan dan keindahan rumput)
  • “Candu itu adalah iblis kecil yang merayu jiwa” (mengacu pada ketergantungan dan bahaya kecanduan)
  • “Gemuruh petir adalah tanda kekuatan alam yang dahsyat” (mengacu pada kehebatan dan kekuatan petir)
  • “Gerimis itu adalah cinta yang lembut dari langit” (mengacu pada kelembutan dan kehangatan gerimis)
  • “Langit malam adalah kanvas kosmis yang mempesona” (mengacu pada keindahan dan keajaiban langit malam)
  • “Mentari adalah pelita yang menerangi dunia” (mengacu pada cahaya dan kehangatan matahari)
  • “Pengharapan adalah api kecil yang tetap hidup dalam kegelapan” (mengacu pada kekuatan pengharapan dalam situasi sulit)

Baca Juga Majas Simile

 

• Majas Totem Pro Parte

majas sinekdoke totem pro parte
contoh majas totem pro parte

Majas sinekdoke totem pro parte adalah majas yang menyatakan suatu hal secara keseluruhan untuk menyatakan sebagian. Sama seperti sinekdoke pars pro toto, gaya bahasa ini juga kebalikan dari sinekdoke totem pro parte.

Contoh majas sinekdoke pro parte akan diberikan yaitu sebagai berikut :

  • “Sepuluh kepala berkumpul di ruangan itu” (mengacu pada sepuluh orang yang hadir)
  • “Mendengarkan Mozart bisa memberikan sayap pada imajinasi” (mengacu pada pengaruh musik Mozart yang memikat imajinasi)
  • “Setiap matahari terbit membawa harapan baru” (mengacu pada awal yang baru setiap hari)
  • “Tangis bayi adalah melodi surga” (mengacu pada suara yang indah dan menggembirakan)
  • “Rumah-rumah di jalan itu adalah harta karun” (mengacu pada kekayaan dan keindahan rumah-rumah)
  • “Bibirnya adalah racun yang memabukkan” (mengacu pada kecantikan dan daya tariknya)
  • “Dia adalah mata-mata dalam seragam prajurit” (mengacu pada seseorang yang mengintai dan mengumpulkan informasi dalam seragam prajurit)
  • “Buku ini adalah pintu menuju dunia yang luas” (mengacu pada buku sebagai jendela pengetahuan)
  • “Mereka adalah pilar-pilar dalam perjuangan kita” (mengacu pada kekuatan dan dukungan yang penting)
  • “Bibirnya adalah puing-puing kebahagiaan yang hancur” (mengacu pada ekspresi yang menunjukkan kesedihan dan kehilangan)
  • “Taman ini adalah surga bagi para penikmat bunga” (mengacu pada tempat yang indah dan menenangkan bagi pecinta bunga)
  • “Ia adalah matahari dalam hidupku” (mengacu pada seseorang yang memberikan kebahagiaan dan terang dalam hidup)
  • “Bulu matanya adalah senjata pamungkas” (mengacu pada daya tarik yang memikat)
  • “Dia adalah cermin yang memantulkan kebaikan” (mengacu pada sifat baik yang tercermin pada seseorang)
  • “Senyumnya adalah obat penawar yang ampuh” (mengacu pada efek menyenangkan dan penyembuhan senyum seseorang)
  • “Mereka adalah harapan terakhir kita” (mengacu pada orang-orang yang menjadi harapan terakhir dalam situasi sulit)
  • “Tumpukan buku itu adalah harta karun pengetahuan” (mengacu pada nilai dan kekayaan ilmu dalam buku)
  • “Pelangi adalah jembatan warna antara langit dan bumi” (mengacu pada keindahan dan perpaduan warna pelangi)
  • “Dalam kata-katanya terkandung api semangat yang berkobar” (mengacu pada semangat dan inspirasi dalam kata-katanya)
  • “Senyumnya adalah cahaya yang menerangi ruangan” (mengacu pada keceriaan dan kehangatan yang dibawa oleh senyumannya)
  • “Kisah hidupnya adalah novel yang tak pernah selesai” (mengacu pada kehidupan yang penuh dengan peristiwa menarik dan kompleks)
  • “Dunia ini adalah panggung bagi para aktor” (mengacu pada kehidupan sebagai panggung untuk berperan dan beraksi)
  • “Bola itu adalah olahraga yang paling populer di dunia” (mengacu pada popularitas dan kecintaan pada olahraga sepak bola)
  • “Ibukota adalah pusat kekuasaan politik” (mengacu pada pusat kekuasaan pemerintahan di suatu negara)
  • “Pesawat itu adalah teknologi modern yang menghubungkan berbagai negara” (mengacu pada pentingnya pesawat dalam menjembatani jarak dan waktu)
  • “Hollywood adalah totem industri hiburan global” (mengacu pada dominasi dan pengaruh Hollywood dalam industri film dan televisi)
  • “Kepala negara adalah totem kekuasaan dan kepemimpinan” (mengacu pada simbol otoritas dan pengaruh seorang pemimpin negara)
  • “Stadion itu adalah totem semangat dan kegembiraan olahraga” (mengacu pada simbol kegembiraan dan semangat dalam ajang olahraga)
  • “Universitas adalah totem pengetahuan dan pendidikan” (mengacu pada simbol ilmu pengetahuan dan perkembangan intelektual)
  • “Lambang perusahaan itu adalah totem kredibilitas dan reputasi” (mengacu pada simbol kepercayaan dan citra perusahaan)
  • “Kapal itu adalah totem petualangan dan penjelajahan lautan” (mengacu pada simbol keberanian dan eksplorasi di lautan)
  • “Monumen itu adalah totem sejarah dan kenangan kolektif” (mengacu pada simbol kejadian bersejarah dan peringatan masa lalu)
  • “Teknologi komunikasi adalah totem konektivitas global” (mengacu pada simbol hubungan dan akses informasi di seluruh dunia)
  • “Kamera itu adalah totem pengabadian momen-momen berharga” (mengacu pada simbol pemotretan dan dokumentasi kehidupan)
  • “Orkestra itu adalah totem keharmonisan dan kesatuan musik” (mengacu pada simbol keindahan dan keselarasan musik)
  • “Kota itu adalah totem kehidupan perkotaan yang sibuk dan dinamis” (mengacu pada simbol kehidupan dan kegiatan perkotaan)
  • “Pasar saham adalah totem keuangan global” (mengacu pada simbol perdagangan dan investasi di pasar saham)
  • “Kebun binatang adalah totem keragaman hayati dan pelestarian spesies” (mengacu pada simbol keanekaragaman dan pelestarian satwa)
  • “Stasiun kereta api adalah totem perjalanan dan petualangan” (mengacu pada simbol mobilitas dan eksplorasi melalui kereta api)
  • “Tiang listrik adalah totem penyedia energi dan daya” (mengacu pada simbol penyediaan listrik dan sumber energi)

Baca Juga Majas Litotes

 

Majas sinekdoke dan contohnya sudah dijelaskan dengan lengkap diatas. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi para pembaca. Jika terdapat kekurangan atau kesalahan dalam penulisan dan ingin memberikan kritik atau saran, bisa ditulis di kolom komentar.

Artikel Terkait :