daur hidup belalang

Daur Hidup dan Metamorfosis Belalang : Tahapan dan Urutan

Diposting pada

Metamorfosis Belalang – Belalang adalah hewan sejenis serangga yang hanya dianggap hama bagi sebagian orang. Walaupun dianggap hewan hama, belalang memiliki siklus hidup yang dapat kita pelajari. Daur hidup belalang dan penjelasannya akan dijelaskan yaitu sebagai berikut.

Baca juga Metamorfosis Katak

 

Siklus Hidup Belalang

siklus hidup belalang
gambar belalang

Belalang adalah hewan herbivora yang termasuk ke dalam kelas Insecta dan juga termasuk ke dalam ordo Orthoptera. Hewan ini memiliki ciri memiliki sayap akan tetapi hanya bisa terbang dengan terbatas. Untuk membedakan antara belalang jantan dan betina adalah dengan melihat ukuran tubuh dari si belalang, pada umumnya ukuran belalang betina lebih besar dibandingkan dengan belalang jantan.

Hewan ini biasanya hidup di tempat alam terbuka dengan tanaman ukuran rendah seperti wilayah pertanian atau padang rumput. Akan tetapi untuk beberapa spesies hidup di tempat yang berbeda seperti di tebing atau hutan belantara.

Walaupun termasuk hama dan dianggap hanya merusak tanaman para petani. Hewan ini memiliki peran penting pada ekosistem yaitu sebagai hewan pemangsa dan juga hewan yang dimangsa.

Walaupun belalang bukan termasuk hewan untuk dikonsumsi. Akan tetapi di beberapa negara seperti di Afrika dan Meksiko termasuk Indonesia, belalang dikonsumsi karena dianggap memiliki sumber protein tinggi.

Selain itu, belalang juga termasuk hewan yang memiliki metamorfosis tidak sempurna karena hanya melalui 3 tahapan atau siklus hidup. Metamorfosis pada belalang akan dijelaskan yaitu sebagai berikut.

Baca juga Metamorfosis Lalat

 

Daur Hidup Belalang

metamorfosis belalang
gambar metamorfosis belalang

Gambar daur hidup belalang diatas merupakan gambaran sederhana dari urutan daur hidup belalang. Metamorfosis tidak sempurna pada belalang hanya melalui 3 tahapan yaitu telur – nimfa – belalang dewasa. Metamorfosis tidak sempurna belalang dan penjelasannya yaitu sebagai berikut.

1. Fase Telur

Tahapan metamorfosis pada belalang yang pertama adalah fase telur. Telur belalang dihasilkan dari hasil perkawinan antara belalang jantan dan betina. Ketika sudah waktunya untuk bertelur, belalang betina akan menyatukan telur telurnya pada sebuah kantung yang terbuat dari kelenjar lalu diletakkan di bawah tanah atau di batang pohon.

Dalam sekali bertelur, belalang betina bisa menghasilkan hingga puluhan dan ratusan telur. Akan tetapi terdapat perbedaan pada belalang yang tinggal di daerah tropis dan subtropis.

Pada belalang subtropis biasanya meletakkan telur – telurnya sekitar 2 – 4 cm dibawah tanah agar telur – telurnya tersebut tidak hancur atau mati ketika musim dingin.

Sedangkan pada belalang tropis, mereka meletakkan telurnya di batang pohon atau di bawah tanah dengan tujuan terhindar dari para predator.  Selain itu, telur belalang tropis jauh lebih cepat untuk menetas menjadi nimfa jika dibandingkan dengan belalang subtropis karena cuaca sangat menentukan waktu menetasnya telur belalang.

 

2. Fase Nimfa

Proses metamorfosis belalang yang kedua adalah fase nimfa. Pada fase ini memiliki ciri ciri yaitu tubuh berwarna putih dan belum memiliki sayap dan alat reproduksi. Nimfa atau belalang kecil akan memakan daun daun yang ada disekitarnya untuk bertahan hidup dan kemudian akan berganti kulit hingga 4 – 6 kali.

Setelah berganti kulit, baru nimfa akan perlahan berganti warna kulit dari sebelumnya berwarna putih berubah menjadi hijau atau coklat.
Nimfa juga akan bertahap tumbuh sayap kecil dan alat reproduksi. Pada fase nimfa ini membutuhkan waktu antara 20 hingga 40 hari hingga menjadi belalang dewasa.

Tanda nimfa sudah mulai memasuki fase belalang dewasa adalah mulai munculnya sayap utuh pada belalang. Akan tetapi lama atau sebentarnya fase nimfa juga ditentukan oleh kondisi cuaca tempat nimfa tersebut tinggal dan berkembang biak.

 

3. Fase Belalang

Urutan metamorfosis belalang yang terakhir adalah belalang. Setelah melewati fase nimfa kemudian akan memasuki fase belalang dewasa. Tanda nimfa sudah menjadi belalang dewasa atau belum adalah dengan melihat pertumbuhan sayap dan alat reproduksinya.

Jika nimfa sudah memiliki sayap utuh dan memiliki alat reproduksi yang matang, maka nimfa sudah memasuki fase belalang.
Sayap pada belalang juga mulai utuh dan bisa digunakan terbang akan tetapi hanya bisa digunakan terbatas, berbeda dengan sayap seperti burung atau serangga lainnya yang bisa terbang bebas.

Selain itu, alat reproduksi belalang membutuhkan waktu 15 hari untuk matang dan siap digunakan untuk ber-reproduksi dan hanya bertahan hingga 30 hari. Jika alat reproduksi sudah matang, belalang jantan dan betina sudah siap untuk kawin dan menghasilkan telur telur yang baru.

Belalang biasa hidup berpindah – pindah dengan tujuan untuk mencari makanan dan menghindari para predator. Umur dari seekor belalang hanya 12 bulan saja dari telur hingga menjadi belalang dewasa.

 

Usai sudah bahasan kali ini mengenai urutan daur hidup belalang. Jika terdapat kesalahan penulisan dan ada yang ingin ditanyakan, bisa langsung ditanyakan di kolom komentar. Sekian dan terima kasih.