metamorfosis lalat
gambar daur hidup lalat

Daur Hidup dan Metamorfosis Lalat : Siklus & Urutan

Diposting pada

Metamorfosis Lalat – Lalat adalah binatang sejenis serangga yang dibenci karena dianggap kotor dan membawa berbagai macam penyakit. Walaupun dianggap serangga yang menjijikkan dan hewan pengganggu. Hewan ini memiliki keunikan dan menarik untuk dipelajari yaitu pada Daur hidup lalat.

Siklus hidup lalat dan penjelasannya akan dijelaskan lebih lengkap yaitu sebagai berikut.

Baca Juga Metamorfosis Tidak Sempurna Adalah

 

Siklus Hidup Lalat

siklus hidup lalat

Lalat adalah salah satu bintang yang termasuk ke dalam jenis serangga. Hewan ini juga termasuk ke dalam kerajaan animalia dan filum arthropoda.

Dan juga lalat termasuk ke dalam ordo diptera, dalam bahasa yunani Diptera terdiri dari “Di” yang berarti dua dan “Ptera” yang berarti dua. Berdasarkan fakta tersebut, dapat disimpulkan bahwa lalat adalah jenis serangga yang memiliki dua sayap.

Perbedaan yang cukup jelas antara lalat dengan ordo serangga yang lainnya adalah hewan ini memiliki dua jenis sayap, yaitu sepasang sayap yang digunakan untuk terbang. Dan sepasang sayap lagi yang biasa disebut sebagai halter yang berasal dari sayap bagian belakang pada metatoraks.

Pada umumnya, daur hidup lalat membutuhkan waktu sekitar 7 – 22 hari, bisa juga berbeda tergantung beberapa faktor seperti suhu dan makanan.

Perkembangbiakan lalat lebih banyak terjadi di tempat tempat yang lembab dan kotor seperti tempat sampah dan kotoran hewan.

Apakah lalat mengalami metamorfosis sempurna ? jawabannya adalah iya.

Lalat mengalami metamorfosis sempurna, karena melewati 4 tahapan dan mengalami perubahan bentuk yang signifikan di setiap fasenya.

Pertumbuhan lalat terbilang lebih sederhana jika dibandingkan dengan hewan yang mengalami daur hidup sempurna lainnya.

Daur hidup lalat yang benar adalah dimulai dari Telur –  Larva – Pupa  (Kepompong) – Lalat Dewasa. Selain serangga ini, terdapat bintang lainnya yang memiliki metamorfosis sempurna yaitu metamorfosis nyamuk dan metamorfosis katak.

Metamorfosis pada lalat akan dijelaskan lebih lengkap pada bagian Daur Hidup Lalat.

Baca Juga Hewan Yang Mengalami Daur Hidup Tanpa Metamorfosis

 

Daur Hidup Lalat

metamorfosis lalat
gambar daur hidup lalat

Gambar metamorfosis lalat diatas merupakan gambaran sederhana mengenai daur hidup lalat buah.

Urutan daur hidup lalat adalah dimulai Telur – Larva – Pupa – Lalat Dewasa.

Metamorfosis sempurna lalat akan dijelaskan lebih lengkap yaitu sebagai berikut.

1. Telur Lalat

Siklus hidup lalat buah yang pertama adalah telur. Cara berkembang biak lalat adalah dengan cara bertelur, karena serangga ini termasuk ke dalam hewan ovipar. Hasil dari perkawinan lalat betina dan lalat jantan akan menghasilkan telur.

Telur lalat biasanya berada di tempat – tempat yang kotor seperti tempat sampah, kotoran manusia, dan bangkai binatang.

Alasan lalat betina meletakkan telurnya pada tempat kotor adalah karena tempat kotor bisa menjadi sumber makanan bagi larva setelah telur menetas. Selain itu, tempat yang kotor dianggap aman dari para predator atau pemangsa.

Pada umumnya lalat betina hanya bisa bertelur hingga 5 – 6 kali dalam seumur hidupnya. Akan tetapi dalam sekali bertelur, lalat betina bisa menghasilkan hingga 75 – 150 telur.

Fase ini berlangsung 12 sampai 24 jam hingga telur menetas menjadi larva, bisa juga berbeda karena beberapa faktor yaitu kelembapan dan suhu. Semakin panas suhu, telur lalat akan semakin cepat menetas dan begitupun sebaliknya.

Baca Juga Metamorfosis Kecoa

 

2. Larva Lalat

Metamorfosis lalat buah selanjutnya adalah larva.  Larva atau yang lebih dikenal sebagai belatung. Pada fase larva ini hanya membutuhkan waktu 2 hari sebelum ia memasuki fase pupa. Larva memiliki bentuk tubuh yang kecil dan tubuhnya berwarna putih.

Larva lalat akan mencari makanan di tempat kotor seperti tempat sampah, bangkai hewan dan lain – lain. Biasanya larva mencari makanan tidak jauh dari tempat dimana larva tersebut masih menjadi telur.

Selama fase ini larva akan beberapa kali melakukan pergantian kulit, lalu tumbuh semakin membesar dan tubuhnya akan semakin mengeras. Namun setelah itu, larva akan segera mencari tempat perlindungan dari para predator dan mulai memasuki fase pupa.

Baca Juga Metamorfosis Anjing

 

3. Pupa (Kepompong)

Daur hidup hewan lalat yang ketiga adalah pupa atau kepompong. Sebelum berubah menjadi pupa, larva mencari tempat untuk bersiap memasuki fase pupa sekaligus untuk berlindung dari para predator.

Hewan ini juga akan memilih tempat yang memiliki suhu yang panas untuk mempercepat proses saat menjadi pupa atau kepompong.

Pada fase ini membutuhkan waktu sekitar 3 hari sampai 1 minggu. Saat proses untuk menjadi pupa, tubuh larva akan mulai mengeras dan tidak bergerak sama sekali (tidak aktif).

Ketika sudah menjadi pupa, hewan ini akan terlihat seperti memiliki cangkang yang menutupi seluruh tubuhnya.

Saat sudah memasuki fase untuk keluar dari cangkang, cangkang pupa akan retak atau hancur. Kemudian lalat akan keluar dari cangkang yang menutupi seluruh tubuhnya. Lalat akan keluar dari cangkang pupa kemudian mulai belajar untuk terbang dan tumbuh menjadi lalat dewasa (imago).

Baca Juga Metamorfosis Belalang

 

4. Lalat Dewasa

Urutan metamorfosis lalat yang terakhir adalah lalat dewasa. Setelah melalui fase pupa, lalat mulai memasuki fase lalat dewasa. Pada fase ini lalat dewasa hanya mampu hidup 2 sampai 4 minggu.

Banyak faktor yang bisa mempengaruhi umur dari serangga ini yaitu kelembapan, suhu dan juga sumber makanan.

Sumber makanan bagi lalat dewasa adalah zat – zat yang membusuk dan mengeluarkan bau tidak sedap seperti sampah, kotoran manusia dan juga bangkai makanan.

Setelah menjadi lalat dewasa, serangga ini akan melakukan proses perkawinan antara lalat betina dan lalat jantan. Kemudian lalat betina mulai bertelur dan akan berkembang biak menghasilkan lalat – lalat baru.

Baca Juga Metamorfosis Ular

 

Daur hidup lalat sudah dijelaskan dengan lengkap di atas. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi para pembaca. Jika terdapat kekurangan atau kesalahan dalam penulisan dan ingin memberikan kritik atau saran, bisa ditulis di kolom komentar.

Artikel Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *